Manusia dan Cinta Kasih

Nama                      : M. Harun Al-Rasyid

NPM                       : 14510154

Fakultas/jurusan  : Psikologi

Kelas                      : 1PA01

Manusia dan Cinta Kasih

 

a.             Pengertian Cinta Kasih

Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta kasih adalah perasaan suka (kepada) yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

 

b.             Cinta Menurut Ajaran Agama

Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan dirinya dalam berbagai bentuk. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Quran. Terkadang seseorang yang mencintai dirinya sendiri. Terkadang seseorang mencintai orang lain. Atau juga mencintai isti dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulullah.

 

c.             Kasih Sayang

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadarminta, kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Kasih sayang merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya, merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.

 

d.             Kemesraan

Mesra mempunyai arti perasaan simpati yang akrab. Sedangkan kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asrama maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemampuan mencinta meberikan nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menetukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita. Bila seseorang mengobral cinta, maka orang itu merusak nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinya sendiri. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan cinta. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Kemesaraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia.

 

e.             Pemujaan

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang dapat diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Apa sebab itu terjadi adalah karena Tuhan menciptakan alam semesta. Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia memuja-Nya. Karena itu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepadda Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia. Manusia cinta kepada Tuhan, karena Tuhan sungguh maha pengasih lagi maha penyayang. Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Pemujaan-pemujaan itu karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya.

 

f.              Belas Kasihan

Dalam cinta sesame ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta bukan karena cakapnya, hartanya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Dalam esai on love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat. Itu berarti dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsur pamrih.

 

 

g.             Cinta Kasih Erotis

Cinta kasih erotis adalah yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang tidak dapat dipercaya. Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian, yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya, dan menerima pribadi orang lain dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya. Mencintai dan mengasihi seseorang bukan hanya merupakan perasaan yang kuat, melainkan merupakan suatu keputusan, suatu penilaian, suatu perjanjian. Cinta kasih merupakan perbuatan kemauan dan mengikat diri saja sehingga pada dasarnya tidak usah dipedulikan siapa-siapa kedua orang yang terlibat di dalamnya. Dengan demikian, baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih itu tidak lain dari pada perbuatan kemauan, kedua-duanya benar, atau lebih tepat jika dikatakan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan kemauan, kedua-duanya benar, atau lebih tepat jika dikatakan bahwa tidak terdapat pada yang satu, juga tidak pada yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: